Kelas 5Bahasa Indonesialatihan16 soal

Peribahasa

Siswa berlatih memahami arti dan penggunaan peribahasa seperti air beriak tanda tak dalam, bagai pinang dibelah dua, dan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Main sekarangSalin dan editKartu kata dan lembar kerja untuk dicetak

Gratis dimainkan. Tim menjawab di satu layar; ponsel Anda jadi remote. Siswa tidak perlu perangkat.

Soal

  1. Apa arti peribahasa "Air beriak tanda tak dalam"?

    • Orang kaya selalu suka berbagi
    • Orang pendiam pasti sangat pandai
    • Orang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu
    • Sungai yang tenang sangat dalam
    Lihat jawabanOrang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu
  2. Peribahasa "Air beriak tanda tak dalam" cocok untuk menggambarkan siapa?

    • Anak yang pendiam dan suka membaca
    • Anak yang rajin menabung setiap hari
    • Anak yang selalu menolong temannya
    • Anak yang sering menyombongkan diri, tetapi nilainya biasa saja
    Lihat jawabanAnak yang sering menyombongkan diri, tetapi nilainya biasa saja
  3. Peribahasa "Air beriak tanda tak dalam" menasihati kita agar tidak sombong. (Benar atau salah?)

    Lihat jawabanBenar
  4. Apa arti peribahasa "Bagai pinang dibelah dua"?

    • Sangat berbeda sifatnya
    • Sangat bersedih hati
    • Sangat mirip atau serasi
    • Sangat sibuk bekerja
    Lihat jawabanSangat mirip atau serasi
  5. Kalimat yang tepat memakai "bagai pinang dibelah dua" adalah ....

    • Ibu memasak bagai pinang dibelah dua di dapur.
    • Rani bagai pinang dibelah dua saat berlari di lapangan.
    • Rani dan kakaknya bagai pinang dibelah dua, sifatnya bertolak belakang.
    • Rani dan kakaknya bagai pinang dibelah dua, wajahnya sangat mirip.
    Lihat jawabanRani dan kakaknya bagai pinang dibelah dua, wajahnya sangat mirip.
  6. Peribahasa "Bagai pinang dibelah dua" dipakai untuk dua orang yang sifatnya bertolak belakang. (Benar atau salah?)

    Lihat jawabanSalah
  7. Lengkapi peribahasa: "Bagai pinang dibelah ...." (Jawab dengan lisan)

    Lihat jawabandua
  8. Apa arti "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit"?

    • Barang yang sedikit tidak berguna
    • Mendaki bukit itu sangat melelahkan
    • Pekerjaan besar harus selesai dalam sehari
    • Sesuatu yang dikerjakan sedikit demi sedikit akhirnya menjadi banyak
    Lihat jawabanSesuatu yang dikerjakan sedikit demi sedikit akhirnya menjadi banyak
  9. Dina menabung Rp2.000 setiap hari sampai bisa membeli buku. Peribahasa yang cocok adalah ....

    • Air beriak tanda tak dalam
    • Bagai pinang dibelah dua
    • Besar pasak daripada tiang
    • Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
    Lihat jawabanSedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
  10. Peribahasa "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit" mengajarkan kita untuk tekun dan sabar. (Benar atau salah?)

    Lihat jawabanBenar
  11. Peribahasa apa yang cocok untuk dua saudara kembar yang wajahnya sangat mirip? (Jawab dengan lisan)

    Lihat jawabanBagai pinang dibelah dua
  12. Budi sering berteriak bahwa dirinya paling pandai, tetapi tidak bisa menjawab soal. Peribahasanya ....

    • Air beriak tanda tak dalam
    • Bagai pinang dibelah dua
    • Ringan sama dijinjing
    • Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
    Lihat jawabanAir beriak tanda tak dalam
  13. Dalam peribahasa "Air beriak tanda tak dalam", kata "beriak" paling dekat artinya ....

    • bergelombang kecil
    • meluap deras
    • membeku
    • mengering
    Lihat jawabanbergelombang kecil
  14. Peribahasa apa yang cocok untuk mengumpulkan kelereng satu per satu hingga banyak? (Jawab dengan lisan)

    Lihat jawabanSedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
  15. Pada peribahasa "Bagai pinang dibelah dua", kata "bagai" bermakna ....

    • karena
    • sebelum
    • seperti
    • tetapi
    Lihat jawabanseperti
  16. Kalimat yang TIDAK tepat memakai "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit" adalah ....

    • Ia menyicil menulis cerita satu halaman tiap hari hingga jadi buku.
    • Kami mengumpulkan sampah plastik sedikit demi sedikit untuk didaur ulang.
    • Pak Ali sombong sehingga ia sering membual di depan tetangga.
    • Uang jajan yang disisihkan tiap hari akhirnya cukup untuk membeli sepatu.
    Lihat jawabanPak Ali sombong sehingga ia sering membual di depan tetangga.

Mainkan sebagai

Game serupa lainnya